Ukiran Bali memiliki ciri khas yang sangat unik dan mencerminkan keindahan serta filosofi budaya Bali. Berikut adalah beberapa ciri utama ukiran Bali :

Motif Flora dan Fauna: Motif yang sering digunakan meliputi bunga, daun, buah, dan hewan, yang digambarkan dengan lekukan cekung dan detail yang rumit. Motif ini mencerminkan keharmonisan antara manusia dan alam.
Lekukan dan Benangan Ikal: Salah satu elemen ikonik adalah adanya benangan—garis melingkar yang saling terhubung—dengan ujung-ujung berbentuk ikal. Pola ini memberikan kesan dinamis dan hidup pada setiap karya.
Keseimbangan dan Simetri: Seni ukiran Bali sangat memperhatikan keseimbangan dan simetri, menciptakan harmoni visual yang memikat. Hal ini terlihat jelas pada ornamen pintu pura atau patung dewa-dewi.
Pengaruh Mitologi dan Agama: Banyak ukiran yang terinspirasi dari cerita-cerita Ramayana dan Mahabharata, serta tokoh-tokoh mitologi Hindu seperti Dewa Ruci, Rama, dan Sinta.
Bahan Alami: Ukiran Bali biasanya dibuat dari kayu seperti jati, cempaka, dan moja gaung, serta batu padas untuk karya yang lebih permanen.
Sejumlah desa di Bali terkenal dengan seni ukurannya, yaitu Desa Peken Belayu, Desa Mas di Ubud, Desa Tangep di Mengwi, Desa Marga di Tabanan, dan Desa Guwang , Desa Singapadu di Sukawati.
Seni ukir Bali benar-benar mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali.